![]() |
| Photo Kenangan Haflatul Wada' |
Sekolah
dasar merupakan pendidikan awal seseorang dimulai. Dari mulai membaca, menulis
sampai menghitung saya pelajari waktu SD. Pada saat aku baru masuk SD, di situlah aku mulai mengenal
yang namanya teman baru. Karena pada saat itu aku melihat banyak sekali
teman-teman yang sedang bermain kejar-kejaran, lompat tali, petak umpet dan lain-lain.
Tetapi pada waktu itu aku mempunyai
sifat pendiam, karena aku pada waktu itu belum terlalu mengenal teman-teman di
kelasku. Dan ketika ditanya guru pun aku hanya terdiam dan merunduk melihat ke
arah bawah. Karena aku dulu berfikir bahwa guru itu seperti orang asing bagiku.
Tetapi lama-kelamaan aku mulai
terbuka. Karena aku waktu itu sudah mulai belajar mengenal satu sama lain
bahkan aku pun sudah mengenal guru, dan tidak ku anggap orang asing lagi.
Hmm tak terasa 6 tahun sudah aku
lewatkan masa sd ku, yang dulunya tak bisa apa-apa kini Alhamdulillah berkat
perjuangan yg begitu keras saya bisa lulus dengan hasil yang baik. Sebelum
meranjak kelulusan, aku bingung mau melanjut sekolah. Tentunya setiap orang
pasti punya impian melanjut ke sekolah idaman. Tak melainkan aku yang tak tahu arah
tujuan kedepannya, itu semua aku serahkan ketetapan kepada orang tuaku.
Kebetulan pada malam itu ayahku kedatangan tamu yang tak asing lagi bagi kami
yakni pakde Surip. Diruang tamu mereka berbincang masalah-masalah yang tak pula
aku pahami. Tak lama dari kurung waktu, aku pun di panggil ayah. Dengan
senyuman manis mereka sambut kedatanganku, aku pun balas senyuman mereka.
Perbincangan pun dimulai, hasil dari obrolan itu pada intinya aku
diiming-imingin untuk masuk pondok. Awalnya sih aku menolak tapi karena
kebetulan juga anak pakde Surip itu mondok jadi saya terimah-terimah saja
tawaran ayahku.
Tak lama usai dari kelulusan, ayah
pun mendaftarkan ku di pondok pesantren Qodratullah Langkan yang lumayan jauh
dari rumah. Hari berjalan dengan cepat seiring kepergian ku dari rumah untuk
menempuh pendidikan baru di sekolah swasta pimpinan Buya K.H M Husni Thamrin
Madani. Tiga tahun usai perjalananku menempuh pendidikan sekolah menengah
pertama di PONPES Qodratullah. Banyak sekali
ilmu-ilmu yang aku dapatkan dari sokolah disana. Pengalam manis pahit saya
alami, baik dari teman maupun keluarga.
Seperti sebelumnya, sebeum lulus aku
bingung mau melanjut mondok apa lanjut SMA/SMK/MAN. Untuk kali ini aku diberi
kebebesan oleh orang tua untuk menentukan tujuanku, Karena mengingat udah gede
hhe. Tetapi hati berkata lain, entah mengapa tujuan ku kembali lagi ke proses
awal yakni di pondok. Perjalanan begitu panjang aku rasakan di pondok pesantren
dan akhirnya perjuangan itu telah usai dan kini Alhamdulillah saya diberi
kesempatan oleh Allah untuk menempuh bangku perkuliahan lebih jauh dari pondok
dulu bahkan sampai keluar pulau yakni di pulau Jawa bertempat di kota Surabaya.

Komentar
Posting Komentar